Tas saya HILANG di JAMBRET orang !!

Posted by ALFIANA RACHMAWATI on March 3, 2011 in Selingan |

gak pernah terpikir dalam benak w ampe tas w ilang begitu….

bukan ilang sih, tapi lebih tepatnya dijambret tas w meeen…. sumpah yaah, gak bakal pernah ridho w.. LILLAHI TA’ALA gak akan pernah ridho….

kejadiannya pas w beres rapat, karena w belom makan dari pagi, trus w beli makan dan pengen makan di rumah aja… makanya w bungkus dah tuh makanan… w pulang ama reza, tapi bablas ke bara… setelah beli makanan, kita berpisah dan pulang ke kosan masing-masing… w ke badoneng, reza ke DR….

pulanglah w sendirian ke kosan w tercinta, jam 10, menurut w itu masih rame, masih banyak angkot yang lalu lalang dan gak gelap bgd.. emg sih gak ada orang yang ada sepanjang jalan utama yang besar itu…

w lagi asik-asiknya jalan ke kosan dan sebentar lagi nyampe, tiba-tiba…. SWING, tas w ada yang narik meeen…. tas w ditarik ama orang, w gak kenal… yang w tau dia itu JAMBRET… w berusaha pertahanin tas w, karena dia bawa motor dan berdua, kenceng lagi, w jatoh (karena masih megang tas w..) dan keseret… lumayan jauh w keseretnya… karena w gak kuat nahan dan tangan e juga udah mulai sakit, tas w lepas dan melayang entah kemana….

sumpah, w sebel bgd….

tas w yang berwrna coklat, yg w beli dg uang w sendiri… isinya dompet dan banyak yang penting dlm dompet itu, ktp atm ktm uang hari lapang struk air bon laundry w foto keluarga w yang gak ada soft copynya lagi dan itu satu2nya yang dipunya keluarga w dan w bawa flash disk yang dua2nya penting buat w, semuanya raib meeen….

AMPE KAPANPUN GAK AKAN PERNAH RIDHO LILLAHI TA’ALA…

:@  :@  :@  :@

Tersesat ?? Ikuti Monyet..

Posted by ALFIANA RACHMAWATI on February 28, 2011 in Selingan |

Masyarakat yang hidup di perkotaan, mungkin tidak banyak tahu soal kehidupan masyarakat suku pedalaman. Bila kita tersesat di hutan dan mengalami kelaparan atau kehausan, suku pedalaman Talang Mamak di Riau menyebut, tidak ada salahnya kita belajar dari monyet.

Marilah kita simak beberapa kearifan lokal bagi kita yang ingin memasuki kawasan hutan. Memasuki kawasan hutan belantara, kita diminta untuk tidak sesumbar atau tidak berbuat yang aneh-aneh.

Jika kita kehabisan bekal di tengah hutan, jangan terlalu panik. Suku pedalaman di Riau atau suku pedalaman apa pun yang ada di kawasan hutan belantara di Sumatera memiliki ilmu yang sama untuk bisa bertahan hidup di tengah hutan. Menurut salah seorang tokoh adat Talang Mamak, Sidam Katak (70) yang hidup di dusun Datai, di kawasan puncak Taman Nasional Bukit Tigapuluh (TNBT), Kab Indragiri Hulu (Inhu) Riau, bila kita kehabisan bekal makanan maka kita harus belajar dengan monyet. Di tengah hutan, banyak buah-buahan yang jarang dilihat dan jarang juga di makan masyarakat.

“Jika sudah di tengah hutan perbekalan anda habis, jangan khawatir. Anda bisa memakan buah-buahan yang ada di hutan. Belajarlah dari monyet. Makanlah buah yang dimakan monyet, karena buah yang dimakan monyet pasti tidak beracun.”

“Tapi sebaliknya, bila monyet tidak mau memakan buah itu, jangan coba-coba kita memakannya. Buah yang tidak dimakan monyet pasti buah beracun,” kata Pak Katak begitu sapaan akrabnya. Ilmu lain yang perlu kita pelajari adalah, bila kita tersesat di dalam hutan. Dalam kawasan hutan rimba, kita tidak bisa melihat sinar matahari secara jelas. Kondisi ini akan membingungkan kita untuk melihat dimana posisi timur atau barat. Menurut Pak Katak, jangan khawatir bila tidak bisa memastikan mana arah timur dan barat tersebut. Tipsnya adalah, lihatlah ujung pohon di kawasan hutan itu.

Ujung pohon umumnya akan condong dan kecondongan itu pasti mengarah ke matahari terbit. Jika tidak bisa terlihat secara jelas, maka tips lainnya kita disuruh melihat lumut di bagian bawah pohon. “Pohon tengah hutan bagian bawahnya biasanya berlumut. Lihat saja, lumut yang paling tebal dan hijau, itu pasti bagian timur. Sedangkan lumut yang tidak terlalu tebal, dipastikan berada di bagian terbenamnya matahari,” kata Pak Katak. Kalau kita kehausan di tengah kawasan hutan dan tidak menemukan aliran sungai, lanjut Pak Katak, disarankan untuk mencari air dalam lubang-lubang kecil atau besar. “Minum saja air dalam lubang-lubang itu sepanjang di dalam lubang ada jentik-jentik nyamuk. Kalau jentik nyamuk saja bisa bertahan hidup dalam air itu, maka kita juga bisa meminum airnya.”

“Tapi jika ada air yang bening, namun tidak ada jentiknya, jangan coba-coba untuk kita minum, bisa jadi air itu ada racunnya. Atau bisa juga kita perhatikan monyet tadi, kalau monyet mau meminum air itu, dijamin air itu tidak beracun,” kata Katak.

Jadiii, jangan suudzon mulu makanya ama monyet… >.<

Second time !!

Posted by ALFIANA RACHMAWATI on February 28, 2011 in Selingan |

meine name ist Alfiana Rachmawati a.k.a Via Villosa…

wie gehts meine freund ???   :D

waah, akhirnya muncul lagi post yang kedua…

gak ngerti dah mau nge post apa… hhaha…

maklum, emang gak suka ngarang cerita atau menuangkan segala sesuatu dalam bentuk tulisan… :D

harapannya sih blog ini bisa menjadi salah satu tempat curhat saya suatu saat nanti… (ngarep parah..)

menghiasi blog ini dengan berbagai cerita dan info info lain yang emang bisa di share di blog…

eeem…. pas lagi mood nulis aja… klo gaak, ya wassalam… :D

>.<  nice to meet you guys  >.<

Auf wiedersehen… Tschus…

it’s my first time !!

Posted by ALFIANA RACHMAWATI on February 24, 2011 in Akademik |

mari kita ngepost.. hahaha…

ngelink aah ke ipb

Copyright © 2011-2015 via villosa All rights reserved.
This site is using the Desk Mess Mirrored theme, v2.3, from BuyNowShop.com.